by Humas UNSUB
Share

UNSUB, 15 Juli 2025 – Universitas Subang rutin setiap tahunnya melaksanakan implementasi Tri Dahrma Perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Subang dalam Program KKN yang bertema “SINERGI UNIVERSITAS SUBANG DAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN DESA MASAGI MELALUI PROGRAM KAMPUS MENDUKUNG GERAKAN SUBANG NGABRET (NGAWANGUN BARENG RAKYAT)” kegiatan pelepasan KKN ini dilakukan secara gebyar dimana banyak stakeholder yang terlibat dalam pelepasan KKN ini antara lain : Bupati Subang Kang REYNALDY PUTRA ANDITA BUDI RAEMI, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 11, Bpk Dr. Ir. Edi Askari., MM, ASDA I Rahmat Effendi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BP4D, Kepala DISPEMDES, 13 Kepala Kecamatan, 27 Kepala Desa secara daring, Wakil Rektor, Ketua LPPM, Dekan, Kaprodi serta seluruh civitas akademika Universitas Subang dan Tamu Undangan lainnya.
Dalam laporannya Ketua Pelaksana KKNM Universitas Subang Dr. Hj. Silvy Sondari Gadzali., S.Psi., M.M. Tahun Akademik 2024/2025 memaparkan KKNM Kampus Berdampak Universitas Subang merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa Universitas Subang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah satu wujud dari Tri darma perguruan tinggi. Program pengabdian kepada masyarakat dipandang sebagai program yang wajib dilaksanakan, baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa. Harapannya kegiatan ini dapat berdampak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dari dua belah pihak, yaitu Perguruan Tinggi dan masyarakat desa khususnya di wilayah Kabupaten Subang, dengan sinergi ini, diharapkan dapat tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan terencana serta mampu memberdayakan potensi sumber daya lokal yang ada. Adapun turunan dari Tema tersebut Panitia KKNM Kampus Berdampak Universitas Subang mengambik Sub-tema
- Pengembangan Produk dan Inovasi Potensi Desa
- Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal
- Membangun Desa Eco Wisata Berbasis Digitalisasi
- Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah
- Project Desa Literasi dalam Upaya Mewujudkan Smart Village
Dengan sub tema-sub tema ini Kami berharap akan mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan di daerah dan masyarakat secara luas dengan peran mahasiswa sebagai sumber daya yang memiliki latar belakang disiplin ilmu yang beranekaragam dengan penguasaan kompetensi yang nantinya mampu membangun kolaborasi multidisiplin dalam berpikir dan mendampingi masyarakat untuk mewujudkan pembangunan di desa berupa mewujudkan desa binaan berdasarkan potensi yang dimiliki melalui kemitraan antara Unsub dengan Masyarakat. Harapannya, bahwa mahasiswa akan mampu berpartisipasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat dengan segala perubahannya.
Ketua LPPM Universitas Subang Dr. Ujang Charda S., S.H., M.H., M.IP., M.AP. sebagai penanggungjawab kegiatan ini menyampaikan dalam sambutannya UNSUB lahir sebagai konstruksi sosial dalam melihat fenomena sosial, lapisan sosial, gejala sosial, pranata sosial dan fakta sosial guna mewujudkan implentasi imajinasi sosial, sehingga mengarah pada tujuan utama pendidikan yang sesungguhnya bukanlah pengetahuan semata-mata tetapi juga tindakan konkret dilapangan yang menjadikan quo vadis guna elektabilitas UNSUB dimata masyarakat agar memiliki identitas, sebagai penerang jalan serta mampu menyatukan harapan dan menjadi ruang tumbuhnya perubahan di masyarakat. Atas dasar itulah, KKNM-Kampus Berdampak merupakan sebagai bentuk pengabdian idealisme kampus yang humanis, rasionalitas, empiris dan kritis tapi juga konstruktif.
Ketua Yayasan Kutawaringin Dr. Ahmad Sobari., S.Sos., M.AP. menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Subang atas terselenggaranya kegiatan ini. Kedua saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui Pak Bupati yang sudah berkenan hadir dan menerima para peserta KKNM dari Universitas Subang diacara pelepasan ini. Bahwa KKN ini guna mempersiapkan SDM yang berdaya saing agar bermanfaat kepada masyarakat subang. Ini adalah implementasi dari salah satu tujuan berdirinya Universitas Subang. Sinergitas ini perlu kita topang guna kemajuan perkembangan kabupaten subang dalam pembangunan subang dimasa depan, terutama didaerah pelosok-pelosok sangat membutuhkan pemecahan setiap masalah yang dihadapinya. Dengan demikian semoga Ngawangun bersama rakyat (NGABRET) dapat terlaksana dan berdampak positif serta diterima dengan baik oleh masyarakat subang.
Anggota DPRD PROVINSI JABAR Ir Edi Askari menyampaikan ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena telah diundang oleh seluruh civitas akademika dalam mewakili daerah pemilihan saya dan saya juga merupakan alumni dari universitas subang. Saya ingat pepatah Pak Rektor, sebaik-baiknya orang, adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sehingga hal itu masih tetap saya pertahankan hingga hari ini di Legislatif Jawa Barat. Saya selalu melihat Pelaksanaan KKN ini sebagai bentuk pelajaran yang asli, karena kita harus terjun ke masyarakat serta berdampak kepada masyarakat. 10 tahun yg akan datang subang akan berubah menjadi kota metropolitan dengan jumlah penduduk hampir 4jt lebih. Subang dipersiapkan menjadi kawasan ekonomi khusus rebanan dimana pusatnya berada disubang. Subang memiliki pelabuhan ekspor impor internasional di tahun 2026. Subang kedepan akan tumbuh dan mampu mengalahkan Karawang dan Bekasi. Tetapi ada catatan penting, ketika kita tumbuh sebagai kawasan industri kita akan membutuhkan SDM yang berkualitas. Jika daya saing orang subang lemah, maka peluang itu akan diambil oleh orang-orang luar dan orang subang akan terpinggirkan. Peluang ini tidak boleh disia-siakan oleh masyarakat subang. Sehingga hal ini menjadi titik persoalan bersama agar mempersiapkan lulusan-lulusan terbaik. Ini menjadi PR berat bagi universitas Subang guna mencetak SDM SDM yang unggul dan berdaya saing. Saya meminta kepada Aparatur Pemda Subang agar lebih memperhatikan Universitas Subang karena banyak juga dari mereka merupakan Alumni Universitas Subang termasuk Ketua DPRD Kabupaten Subang.
Rektor Universitas Subang Dr. H. Komir Bastaman., S.H., M.Si melepaskan para Peserta KKNM Kampus Berdampak secara simbolik kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, dalam pelepasannya ia menyampaikan bahwasanya insyaallah tahun 2-3 tahun lagi kedepan kita akan memiliki Profesor guna mempersiapkan subang kedepan seperti yang disampaikan oleh Pak Edi Askari. Bahwasannya kedepan UNSUB tidak akan menjadi penonton saja tetapi UNSUB akan akan menjadi Elemen Penting dalam perkembangan serta pembangunan dalam kabupaten Subang kedepan. Kita menyumbang 1000 orang tiap tahun guna meningkatkan IPM di kabupaten subang, sehingga hal ini juga perlu diperhatikan. Jumlah Doktor kita memiliki 30 orang, sehingga harapannya kedepan Pemda Subang dapat memaksimalkan SDM di Universitas Subang. Salah satunya adalah Pak Dr. Ujang Charda merupakan sebuah kebanggaan Universitas Subang karena telah berhasil mencetak 30 buku, belum tentu Doktor di kota-kota besar memiliki hal yang sama. Sehingga hal ini yang perlu banyak dilibatkan oleh pemda dalam pembangunan kabupaten subang. Sinergitas ini harus lebih ditingkatkan lagi kedepannya.
Bupati Subang Kang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi., S.IP., menerima dengan sangat baik, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Subang atas terselenggaranya Program KKNM -Kampus Berdampak Tahun Akademik 2024/2025, sebagai bentuk konkret sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Subang saat ini sedang bergerak, kita memiliki visi besar, mewujudkan kabupaten subang yang unggul, maju, dan komepetitif, dalam bingkai karya nyata pembangunan menuju masyarakat yang adil, sejahtera, demokratis dan religius. Visi ini menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan, dengan mendorong penguatan SDM, kolaborasi multi sektor, serta tata kelola yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Tema yang diusung adalah cerminan semangat kolaboratif, bahwa membangun desa bukan dengan pendekatan sektoral saja, tetapi melalui keterlibatan aktif semua elemen, termasuk insan akademik. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat sebesar-besarnya.
perhari ini pembangunan sudah bergeser ke kabupaten subang, universitas subang harus menjadi elemen penting dalam pembangunan kabupaten subang, dengan jumlah 604 peserta KKN saya berharap jangan menjadi penonton tetapi harus terlibat aktif dalam pembangunan kabupaten subang. Universitas subang setiap tahunnya 1000 orang, pemerintah daerah subang juga harus mempersiapkan juga 1000 formasi yang dapat diisi oleh lulusan universitas subang. Industrialisasi kabupaten subang kedepan sudah berjalan, saya akan melibatkan lulusan alumni universitas subang, tetapi bukan sebagai buruh melainkan mengisi jabatan-jabatan strategis dalam pembangunan industrialisasi kedepan. Bupati Lampung Selatan, bupati cianjur, bupati Tulung agung
